Minggu, 07 Agustus 2011

August 07

Sebenarnya tidak ada hubungan khusus, namun pada hari ini, August 07 322BC kebetulan adalah hari dimulainya The Battle of Crannon antara pasukan Athena yang membelot, melawan pasukan yang tersisa dari Alexander the Great yang tewas sebulan sebelumnya. Dan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan cerita yang dikisahkan dibawah ini (I just happened to googled the day and that was on top)

Selasa, 02 Agustus 2011

Day #2

Entering Day #2: The Comfort of Home

Sebuah mimpi singkat, aku sedang berada didalam kamar, merasakan kangen yang kuat terhadap rumah. Aku bilang pada istriku “aku mau pulang sebentar” rasanya seperti ada sesuatu yang harus aku lakukan disana, but I don’t know what yet. Tapi yang aku rasa didalam mimpi itu sepertinya perjalanan akan memakan waktu yang lama. Aku memutuskan untuk pergi ke ATM mengambil uang untuk istriku, karena aku lihat didompetku tinggal sedikit uang tersisa.

Senin, 01 Agustus 2011

Day #1

Tadi siang, aku baru saja chatting dan berkata kepada 8caseofdeath “gw udah jarang mimpi sekarang bro.” Dan sorenya, sekitar jam 17.00 aku merasakan kantuk mendadak. “can’t be helped, I guess” jadi aku merebahkan badan sejenak dikasur. Beberapa menit berlalu dan tanpa terasa, mengalir begitu saja, aku sudah berada dikamar mandi. Untungnya, tepat pada saat itu juga, aku berkata “bukannya tadi lagi tidur?” untuk pertama kalinya setelah beberapa malam, aku berhasil menangkap satu dream sign. Rasa puasnya sama seperti saat kita berhasil memecahkan satu jerawat kecil dihidung Smile

Jumat, 29 Juli 2011

The Princess of Death

 

I’m in deep shit! Hal pertama yang aku lihat ketika tersadar adalah sebuah pojokan tempat parkir, sekelompok orang berpakaian hitam yang sedang dilanda kepanikan, suara tembakan, dan seorang perempuan berkulit coklat gelap dengan rambut sepinggang sedang dilindungi oleh orang – orang berbaju hitam tadi.

Salah seorang dari bodyguard perempuan tersebut melemparkan sebuah pistol kearahku. Aku diam tidak menangkapnya, pistol tersebut jatuh dekat kakiku. Like hell I would swim in someone else’s pool. Kupikir lebih baik diam terlebih dahulu dan mengamati apa yang sebenarnya terjadi.

Sampai disini aku sama sekali tidak melihat siapa lawan dari orang – orang ini. Dan ketika aku sedang berlari kearah pohon dekat tempat bersembunyinya perempuan tadi, si perempuan itu tertembak, dibagian perutnya.

Aku sempat mendengar para bodyguard berlari kearah kami, sepertinya baku tembak sudah berakhir. Si perempuan itu jatuh ketanganku, dan jika berdasarkan yang aku dengar dari para pria berbaju hitam itu (bukan tuxedo, lebih mirip jubah),adalah seorang putri sebuah kerajaan (and I ‘m not that eager to ask). Dan entah datang dari mana, dibawahku sudah tergelar permadani berwarna biru muda (yeah, some dream, right? =_=)

Sang putri, yang sekarang hampir seluruh bagian bawah tubuhnya berwarna merah karena darah (dan pakaiannya terlalu kasual untuk ukuran royalty), sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Aku terdiam, dan membaringkan tubuhnya diatas permadani. Beberapa orang bodyguard segera bergegas mencoba untuk mengobati lukanya.

Dan seperti sudah tidak ada lagi keperluanku ditempat ini (bahkan kalau aku pikir lagi, ini cuma karena bad luck I was down here from the first place). So I walk out, menyadari bahwa tempat ini ternyata adalah sebuah bekas bengkel yang berada diperbatasan antara Bekasi dengan Jakarta Timur. Dan aku memutuskan untuk melanjutkan ke sebuah tempat, but that’s a different story…

Senin, 16 Mei 2011

Memory Bank

May 16, 2011
segmen pertama, didalam mimpi itu aku menceritakan kepada ibuku tentang mimpi yang kualami semalam sebelumnya, yaitu ketika aku memimpikan opaku meninggal dibandung, ini mestinya key point buat sadar -_-

Segmen kedua setelah selesai menceritakan mimpi itu, aku berada disebuah gedung 3-4 lantai bersama istriku, sedang apa kami disitu akupun tidak tahu -_- ini key point berikutnya. Setelah berjalan sebentar, kamipun keluar dari bangunan yang tampaknya adalah sebuah bank itu, dan menyeberangi jalan, disini aku sempat melihat seorang ibu – ibu berusaha menyeberangi jalan dari arah yang berlawanan dengan kami, entah mengapa saat itu perhatianku tertuju kesana. Dan setelah kami menyeberang, aku sempat berdiskusi sebentar dengan istriku tentang tempat makan, karena ada beberapa warung diseberang jalan tersebut.

Dan setelah sepakat hendak makan bakso, tiba – tiba aku kebelet pipis, disini mulai segmen ketiga. Akupun pamit sebentar kepada istriku hendak kembali ke gedung sebelumnya untuk meminjam toilet, karena di kedai makan tersebut sepertinya tidak ada toilet setelah kuperiksa. Dan akupun kembali menyeberang, namun ketika sampai di trotoar jalanan, aku sempat bingung mengapa lanskap bangunannya tampak berbeda – ini key point selanjutnya =_=' Gedung yang semestinya adalah tempat yang sebelumnya, berubah namun masih tetap sebuah bank. Dan akupun masuk kedalamnya. Tidak seperti layaknya sebuah bank, koridor / hall-nya sangat luas, dan ada beberapa selasar / hallway menuju beberapa ruang lainnya. Dan akupun berjalan kesalah satu hallway tersebut, dan melihat ada beberapa orang mengenakan seragam, sedang jongkok merokok, aku sempat memperhatikan lantai yang kotor penuh dengan abu rokok mereka. Dan aku berjalan sampai diujung, namun bukan toilet yang kutemukan, malah pintu keluar menuju tempat parkir.Jadi aku kembali ke lobi utama dan mengambil jalan selanjutnya. Namun setiap jalan yang kuambil selalu mengarah menuju luar gedung / tempat parkir, dan at some point, aku sempat melihat almarhum abangku, namun semakin blurry, dan aku terbangun kebelet pipis =_=